Rabu, 14 Januari 2026

TERMINASI KONEKTOR FO

1. DESKRIPSI KABEL FIBER OPTIC 
    Kabel fiber optik adalah media transmisi data yang menggunakan serat kaca atau plastik untuk mengirimkan informasi dalam bentuk cahaya. Kabel ini mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sangat tinggi dan jarak yang jauh, serta memiliki redaman (loss) yang sangat kecil dibandingkan kabel tembaga.

2. FUNGSI KABEL FIBER OPTIC
        Fungsi kabel fiber optik adalah sebagai media penghantar data yang menggunakan sinyal cahaya untuk mentransmisikan informasi dengan kecepatan tinggi, kapasitas besar, dan jarak yang jauh.

Fungsi Utama Kabel Fiber Optic:

  1. Mengirim data berkecepatan tinggi
    Digunakan untuk transmisi internet, suara, dan video dengan kualitas tinggi.

  2. Mendukung jaringan komunikasi jarak jauh
    Cocok untuk jaringan antar kota, antar negara, hingga kabel bawah laut.

  3. Menghubungkan jaringan telekomunikasi
    Digunakan oleh ISP, operator seluler, dan pusat data (data center).

  4. Menjamin kualitas sinyal yang stabil
    Tidak terpengaruh gangguan elektromagnetik atau cuaca.

  5. Menyediakan bandwidth besar
    Mampu menampung banyak pengguna dan data secara bersamaan.

  6. Digunakan dalam sistem modern
    Seperti TV kabel, CCTV, jaringan kampus, dan industri.


3. JENIS JENIS KABEL FIBER OPTIC

a. Single Mode Fiber (SMF)

  • Inti (core) sangat kecil (±9 mikron)

  • Menggunakan satu jalur cahaya

  • Jarak transmisi sangat jauh (hingga ratusan km)

  • Digunakan untuk jaringan backbone dan ISP

b. Multi Mode Fiber (MMF)

  • Inti lebih besar (50 atau 62,5 mikron)

  • Cahaya merambat melalui banyak jalur

  • Jarak lebih pendek (hingga ±2 km)

  • Umum digunakan pada LAN dan data center

4. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KABEL FIBER OPTIC
    Kabel fiber optik memiliki kelebihan berupa kemampuan mentransmisikan data dengan kecepatan sangat tinggi, bandwidth yang besar, serta jangkauan pengiriman yang jauh dengan kualitas sinyal yang stabil karena tidak terpengaruh oleh gangguan elektromagnetik. Selain itu, tingkat keamanannya juga tinggi dan ukurannya relatif kecil serta ringan. Namun, di balik keunggulan tersebut, kabel fiber optik memiliki kekurangan seperti biaya instalasi yang cukup mahal, proses pemasangan dan perawatan yang memerlukan peralatan serta tenaga ahli khusus, dan sifat seratnya yang mudah rusak apabila ditekuk atau terkena tekanan berlebihan.

5. ALAT ALAT DAN BAHAN INSTALASI FIBER OPTIC

Alat Instalasi Fiber Optik

  • Fusion splicer: menyambung serat optik secara permanen

  • Fiber cleaver: memotong serat optik dengan presisi

  • Stripper fiber optik: mengupas jaket dan coating serat

  • OTDR (Optical Time Domain Reflectometer): menguji kualitas dan jarak kabel

  • Optical power meter & light source: mengukur daya sinyal

  • VFL (Visual Fault Locator): mendeteksi titik putus pada serat

  • Tang, obeng, dan gunting kabel

  • Alat pelindung diri (sarung tangan, kacamata)

Bahan Instalasi Fiber Optik

  • Kabel fiber optik (single mode atau multi mode)

  • Konektor fiber optik (SC, LC, ST, FC)

  • Pigtail dan patch cord

  • Adaptor / coupler

  • OTB / ODF (Optical Termination Box / Distribution Frame)

  • Splice protector

  • Cable tie dan label kabel


6. LANGKAH LANGKAH

    1. siapkan alat dan bahan 












    2. potong kabelnya sesuai ukuran yang kalian mau
















    3. pisahkan bagian kawat dan bagian yang lentur


        













    4. kupas bagian luar FO



























    5. kupas kabel FO nya
















    6. bersihkan biru birunya 
















    7. potong seratnya
















    8. pasang ke fastcont
















    9. periksa visual menggunakan VFL, pastikan cahaya merahnya tembus
















    10. uji dengan target redaman 
















11. kalau berhasil pasang karet pelindung

7. KESIMPULAN 
    kabel fiber optik merupakan media transmisi data yang sangat andal karena mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan tinggi, kapasitas besar, dan kualitas sinyal yang stabil. Dengan berbagai kelebihan tersebut, fiber optik menjadi pilihan utama dalam jaringan komunikasi modern, meskipun instalasi dan perawatannya memerlukan biaya serta keahlian khusus.

Rabu, 26 November 2025

SUBNETING VLSM Dengan Network : 192.168.10.0/25

Subnetting VLSM 192.168.10.0/25

Subnetting VLSM – Network 192.168.10.0/25

Informasi Dasar:

  • Network: 192.168.10.0/25
  • Subnet mask default: /25 → 255.255.255.128
  • Jumlah host per subnet: 126 host

1. Kebutuhan Host

Subnet Host Dibutuhkan Subnet Mask
A60/26
B30/27
C20/27
D10/28

2. Alokasi Subnet

Subnet Network Range Host Broadcast
A (/26)192.168.10.0192.168.10.1 – 192.168.10.62192.168.10.63
B (/27)192.168.10.64192.168.10.65 – 192.168.10.94192.168.10.95
C (/27)192.168.10.96192.168.10.97 – 192.168.10.126192.168.10.127
D (/28)192.168.10.128192.168.10.129 – 192.168.10.142192.168.10.143

3. Contoh Konfigurasi Router Cisco

! Subnet A
interface FastEthernet0/0
 ip address 192.168.10.1 255.255.255.192
 no shutdown

! Subnet B
interface FastEthernet0/1
 ip address 192.168.10.65 255.255.255.224
 no shutdown

! Subnet C
interface FastEthernet0/2
 ip address 192.168.10.97 255.255.255.224
 no shutdown

! Subnet D
interface FastEthernet0/3
 ip address 192.168.10.129 255.255.255.240
 no shutdown

Kesimpulan

VLSM memungkinkan kita membagi network menjadi subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan host. Dengan VLSM, penggunaan alamat IP menjadi efisien, jaringan lebih terstruktur, dan tidak ada IP yang terbuang. Single subnet / standar subnetting tidak fleksibel jika jumlah host berbeda-beda, sehingga VLSM lebih optimal untuk perencanaan jaringan.

MEMAHAMI PRINSIP KERJA DAN TEKNOLOGI FIBER OPTIC




1. Memahami Prinsip Kerja dan Teknologi Fiber Optic

Fiber optic adalah teknologi transmisi data yang menggunakan serat kaca atau plastik tipis untuk menghantarkan sinyal cahaya. Kabel ini memungkinkan data bergerak sangat cepat dengan bandwidth besar dan jarak jauh, lebih efisien dibandingkan kabel tembaga. (Wirabuana.ac.id)


2. Struktur Kabel Fiber Optic

Kabel fiber optic terdiri dari beberapa lapisan utama:

  1. Core (inti): Tempat cahaya merambat, terbuat dari kaca atau plastik dengan indeks bias tinggi.

  2. Cladding (selubung): Lapisan di sekitar core yang memantulkan cahaya kembali ke inti agar sinyal tetap berada di dalam core (fenomena total internal reflection).

  3. Coating / Jacket: Lapisan pelindung luar yang menjaga core dan cladding dari kerusakan fisik. (Wirabuana.ac.id)


3. Prinsip Kerja Fiber Optic

  1. Konversi Data Menjadi Cahaya:
    Data digital diubah menjadi sinyal cahaya menggunakan laser atau LED. (GeeksforGeeks)

  2. Perambatan Sinyal:
    Cahaya merambat melalui core. Karena perbedaan indeks bias antara core dan cladding, cahaya dipantulkan secara internal (total internal reflection) sehingga tetap berada di core.

  3. Konversi Cahaya Menjadi Data:
    Di ujung penerima, sinyal cahaya dikonversi kembali menjadi sinyal listrik (digital) untuk digunakan perangkat jaringan.


4. Teknologi dan Jenis Fiber Optic

Fiber optic memiliki dua jenis utama:

  • Single-Mode Fiber (SMF): Satu jalur cahaya, cocok untuk jarak jauh dan kecepatan tinggi.

  • Multi-Mode Fiber (MMF): Beberapa jalur cahaya, cocok untuk jarak pendek.

Selain itu, teknologi pendukung fiber optic modern termasuk:

  • Wavelength Division Multiplexing (WDM): Mengirim banyak sinyal pada panjang gelombang berbeda di satu fiber.

  • FTTx (Fiber-to-the-X): Fiber optic sampai rumah (FTTH), kantor (FTTO), atau bangunan (FTTB) untuk koneksi broadband cepat. (Wirabuana.ac.id)


5. Keunggulan Fiber Optic

  • Bandwidth tinggi & kecepatan besar – cocok untuk internet, streaming, dan layanan data besar.

  • Transmisi jarak jauh – sinyal tetap kuat tanpa banyak degradasi.

  • Tahan interferensi elektromagnetik – sinyal cahaya tidak terpengaruh listrik.

  • Stabil & andal – kualitas sinyal tetap baik meski digunakan untuk transfer data berat.

  • Ringan & tipis – mudah diinstal dan dipasang di berbagai lokasi. (Tekno.Kompas.com)


6. Kesimpulan

        Prinsip kerja fiber optic adalah mengubah data digital menjadi sinyal cahaya, merambatkannya melalui core dengan bantuan cladding untuk memantulkan cahaya, dan kemudian mengubahnya kembali menjadi data digital di penerima. Teknologi fiber optic memungkinkan transmisi data cepat, stabil, dan jarak jauh, serta memiliki berbagai aplikasi seperti backbone jaringan, internet rumah (FTTH), telekomunikasi, dan jaringan perusahaan. Dengan memahami prinsip kerja dan teknologinya, pemilihan dan penggunaan fiber optic dapat lebih tepat dan efisien.

MEMILIH KABEL FIBER OPTIC SESUAI KEBUTUHAN

 


1. Memilih Kabel Fiber Optic Sesuai Kebutuhan

Kabel fiber optic merupakan media transmisi data yang memiliki kecepatan tinggi, bandwidth besar, dan jarak transmisi jauh. Memilih kabel fiber optic yang tepat sangat penting agar jaringan dapat bekerja optimal dan efisien. (ITBOX.id)


2. Faktor-Faktor dalam Memilih Kabel Fiber Optic

1. Berdasarkan Mode Transmisi

  • Single-Mode Fiber (SMF):
    Cocok untuk jarak jauh (antar kota, backbone jaringan) karena mampu mengirim sinyal lebih jauh dengan gangguan minimal. (Kompas.com)

  • Multi-Mode Fiber (MMF):
    Cocok untuk jarak pendek, seperti di gedung, kampus, atau perkantoran. Biaya lebih murah, namun kecepatan dan jarak terbatas. (Kompas.com)


2. Berdasarkan Lingkungan Pemasangan

  • Indoor:
    Gunakan tight-buffered cable, karena fleksibel, mudah diinstal, dan aman untuk jarak pendek di dalam gedung. (GeeksforGeeks)

  • Outdoor:
    Gunakan loose-tube cable karena tahan terhadap cuaca, suhu, dan kelembapan. Ideal untuk jarak jauh. (GeeksforGeeks)


3. Berdasarkan Jumlah Serat

  • Simplex: satu serat, cocok untuk komunikasi satu arah.

  • Duplex: dua serat, cocok untuk komunikasi dua arah.

  • Ribbon Fiber: beberapa serat dalam satu kabel datar, ideal untuk jaringan besar atau backbone. (ITBOX.id)


4. Berdasarkan Kebutuhan Bandwidth

  • Jaringan dengan data besar dan traffic tinggi membutuhkan kabel dengan kualitas core dan cladding yang baik, seperti single-mode fiber.

  • Jaringan untuk kebutuhan standar atau jarak pendek bisa menggunakan multi-mode fiber. (ITBOX.id)


5. Biaya dan Efisiensi

  • Perhitungkan biaya instalasi, pemeliharaan, dan kebutuhan jangka panjang.

  • Jangan memilih kabel terlalu mahal jika jarak dan kapasitas jaringan tidak terlalu tinggi. Sebaliknya, jangan pilih kabel murah jika jaringan membutuhkan kecepatan tinggi dan jarak jauh. (ITBOX.id)


3. Kesimpulan

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan harus mempertimbangkan mode transmisi (single-mode atau multi-mode), lingkungan pemasangan (indoor/outdoor), jumlah serat, kebutuhan bandwidth, dan biaya. Pemilihan yang tepat akan memastikan jaringan berjalan efisien, stabil, dan andal. Single-mode fiber cocok untuk jarak jauh dan data besar, sedangkan multi-mode fiber cocok untuk jarak pendek dengan biaya lebih terjangkau. Memahami faktor-faktor ini membantu administrator atau pengguna membuat keputusan yang optimal sesuai kebutuhan jaringan.

                                           ITBOX.id   Kompas.com  GeeksforGeeks

MEMAHAMI JENIS JENIS KABEL FIBER OPTIC

  


1. Pengertian Kabel Fiber Optic

Kabel fiber optic adalah media transmisi data yang menggunakan serat kaca atau plastik tipis untuk menghantarkan sinyal cahaya. Kabel ini dirancang untuk menghubungkan perangkat jaringan atau sistem telekomunikasi dengan kecepatan tinggi dan jarak transmisi jauh.
Sumber: Kompas.com


2. Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic

Kabel fiber optic dibedakan berdasarkan beberapa aspek: mode transmisi, bahan inti, konstruksi fisik, dan jumlah serat.


1. Berdasarkan Mode Transmisi

a. Single-Mode Fiber (SMF)

  • Inti (core) kecil: 8–10 µm.

  • Cahaya hanya melewati satu jalur (mode).

  • Cocok untuk jarak jauh seperti backbone antar kota.

  • Biaya instalasi lebih mahal.
    Sumber: Kompas.com

b. Multi-Mode Fiber (MMF)

  • Inti lebih besar: 50–62,5 µm.

  • Cahaya melewati beberapa jalur.

  • Cocok untuk jarak pendek, misalnya gedung atau kampus.

  • Biaya lebih murah, tetapi jarak dan kecepatan terbatas.
    Sumber: Kompas.com


2. Berdasarkan Bahan Inti

a. Kabel Fiber Optic Kaca (Glass Fiber)

  • Kualitas transmisi sinyal terbaik.

  • Digunakan untuk backbone jaringan profesional.
    Sumber: ITBOX.id

b. Kabel Fiber Optic Plastik (Plastic Optical Fiber, POF)

  • Fleksibel dan mudah dibengkokkan.

  • Cocok untuk jarak pendek dan aplikasi ringan.
    Sumber: ITBOX.id


3. Berdasarkan Konstruksi Fisik

a. Loose-Tube Cable

  • Serat optik berada dalam tabung longgar.

  • Cocok untuk outdoor dan jarak jauh karena tahan suhu dan kelembapan.
    Sumber: GeeksforGeeks

b. Tight-Buffered Cable

  • Serat optik dilapisi pelindung yang menempel erat.

  • Ideal untuk instalasi indoor dan jarak pendek.
    Sumber: GeeksforGeeks


4. Berdasarkan Jumlah Serat

  • Simplex: satu serat optik.

  • Duplex: dua serat optik untuk komunikasi dua arah.

  • Ribbon Fiber: beberapa serat dalam satu kabel datar, memudahkan instalasi jaringan besar.
    Sumber: ITBOX.id


3. Kesimpulan

        Kabel fiber optic memiliki berbagai jenis berdasarkan mode transmisi, bahan inti, konstruksi fisik, dan jumlah serat. Single-mode fiber (SMF) digunakan untuk jarak jauh dengan kecepatan tinggi, sedangkan multi-mode fiber (MMF) cocok untuk jarak pendek dan biaya lebih murah. Loose-tube cocok untuk outdoor, tight-buffered untuk indoor. Pemilihan jenis kabel fiber optic harus disesuaikan dengan kebutuhan jaringan, jarak, lingkungan pemasangan, dan kapasitas data. Dengan memahami jenis-jenisnya, instalasi jaringan fiber optic menjadi lebih efisien dan optimal. Kompas.com, ITBOX.id

MEMAHAMI JARINGAN FIBER OPTIC


1. Apa itu Jaringan Fiber Optik

  • Fiber optic adalah teknologi transmisi data yang menggunakan serat kaca atau plastik sangat tipis (optical fiber) untuk mengirim sinyal berupa cahaya, bukan sinyal listrik seperti di kabel tembaga biasa. KOMPAS.com+2Universitas Wira Buana+2

  • Serat optik ini bisa dikemas menjadi kabel, sehingga digunakan sebagai media penghubung dalam jaringan komputer, internet, telekomunikasi, televisi kabel, dan layanan data lainnya. Universitas Wira Buana+2smkpgrisumbermanjing.sch.id+2


2. Struktur Dasar Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optic secara umum terdiri dari bagian-bagian berikut:

  • Core — inti serat optik, tempat cahaya berjalan. Universitas Wira Buana+1

  • Cladding — lapisan di sekitar core yang berfungsi memantulkan cahaya kembali ke core agar tidak keluar, sehingga sinyal tetap terjaga. iForte+1

  • Jacket / jacket pelindung luar — pelindung luar kabel, memberikan perlindungan fisik terhadap core dan cladding. Universitas Wira Buana+1

Struktur ini memungkinkan cahaya merambat di dalam kabel tanpa bocor, sekaligus menjaga sinyal tetap stabil bahkan pada jarak jauh.


3. Bagaimana Fiber Optik Mengirim Data

Cara kerja dasar jaringan fiber optic:

  1. Sinyal data (digital) diubah menjadi sinyal cahaya — menggunakan sumber seperti laser atau LED. GeeksforGeeks+2enterprise.spectrum.com+2

  2. Cahaya tersebut melewati inti (core) serat. Karena perbedaan indeks bias antara core dan cladding, cahaya terpantulkan di dinding antara core dan cladding — fenomena ini disebut total internal reflection. Hal ini menjaga cahaya agar terus merambat di sepanjang fiber tanpa keluar. iForte+2foa.org+2

  3. Di ujung penerima, sinyal cahaya dikonversi kembali menjadi sinyal listrik (data digital). GeeksforGeeks+2smkpgrisumbermanjing.sch.id+2

Karena data dikirim lewat cahaya, fiber optic dapat mentransmisikan informasi dengan kecepatan tinggi, bandwidth besar, dan jarak lebih jauh dibanding kabel konvensional (tembaga). Wikipedia+2Tekno Kompas+2


4. Keunggulan Jaringan Fiber Optik

Beberapa kelebihan utama fiber optic dibanding media kabel konvensional:


5. Penerapan Jaringan Fiber Optik

Fiber optic banyak dipakai di berbagai situasi, misalnya:

  • Backbone internet / backbone jaringan — untuk menghubungkan pusat data, antar server, antar gedung, antar kota.

  • Internet rumah / FTTH (Fiber‑to‑the‑Home) — memberikan koneksi internet berkecepatan tinggi ke pelanggan rumah/kantor.

  • Telekomunikasi, TV kabel, layanan data & multimedia — karena mendukung bandwidth besar dan stabil.

  • Jaringan perusahaan / LAN berkinerja tinggi — cocok untuk kebutuhan data besar, backup, transfer data antar divisi, server, dsb.

6. Kesimpulan

        Jaringan fiber optic adalah teknologi komunikasi yang menggunakan serat kaca atau plastik untuk mentransmisikan data dalam bentuk cahaya. Struktur utamanya terdiri dari core, cladding, dan jacket pelindung, yang memungkinkan sinyal cahaya merambat dengan stabil dan minim gangguan. Fiber optic memiliki keunggulan berupa kecepatan tinggi, bandwidth besar, jarak transmisi jauh, tahan terhadap interferensi elektromagnetik, dan stabilitas sinyal yang baik. Teknologi ini banyak diterapkan pada backbone jaringan, internet rumah (FTTH), telekomunikasi, TV kabel, dan jaringan perusahaan, sehingga menjadi solusi andal untuk kebutuhan komunikasi dan transfer data modern.

WILCARD MASK PADA JARINGAN COMPUTER









1. Pengertian WilCard 
        Wildcard dalam networking adalah pola atau karakter khusus yang digunakan untuk mewakili satu atau lebih nilai dalam sebuah alamat atau nama, sehingga memungkinkan sistem mencocokkan banyak alamat sekaligus tanpa harus mendefinisikannya satu per satu. Dalam konteks jaringan, wildcard berfungsi untuk memberikan fleksibilitas dalam proses pemilihan, penyaringan, atau pengenalan alamat, baik itu alamat IP, nama domain, maupun parameter lain yang memerlukan bentuk pencocokan pola. Dengan menggunakan wildcard, administrator jaringan dapat membuat aturan atau konfigurasi yang lebih ringkas, efisien, dan mudah dikelola, terutama ketika berhadapan dengan kelompok alamat yang besar atau bervariasi.

2. Prinsip Kerja WildCard Mask
        Prinsip kerja wildcard mask adalah menentukan bagian alamat IP mana yang harus dicocokkan secara tepat dan bagian mana yang boleh bervariasi ketika router melakukan pengecekan alamat dalam konfigurasi seperti ACL (Access Control List).
    
    Inti prinsipnya :

Angka 0 pada wildcard mask berarti “harus sama persis” dengan alamat IP yang ditentukan.
Angka 1 pada wildcard mask berarti “boleh berbeda”, sehingga router akan mengabaikan bagian tersebut ketika mencocokkan alamat IP.

        Dengan cara ini, wildcard mask memungkinkan router mencocokkan rentang alamat IP tertentu tanpa perlu mendefinisikannya satu per satu. Semakin besar nilai wildcard pada suatu oktet, semakin banyak alamat yang dapat dicakup. Wildcard mask bekerja sebagai kebalikan dari subnet mask: subnet mask menentukan bagian jaringan yang tetap, sedangkan wildcard mask menentukan bagian mana yang fleksibel.

3. Contoh Penerapan WildCard Mask Pada Router Cisco
        Jika kita ingin mengizinkan semua IP dari 192.168.1.0 – 192.168.1.255, maka wildcard-nya adalah:

IP : 192.168.1.0
WildCard : 0.0.0.255

Configurasi Cisco : access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255
Lalu Diterapkan Pada Interface : interface GigabitEthernet0/0
ip access-group 10 in

4. Fungsi Dan Kegunaan WildCard Mask
        Fungsi dan kegunaan wildcard mask adalah memberikan cara fleksibel untuk menentukan bagian alamat IP mana yang harus dicocokkan dan bagian mana yang boleh berbeda dalam proses penyaringan atau pemilihan alamat di perangkat jaringan, seperti router Cisco. Dengan wildcard mask, administrator dapat membuat aturan ACL yang lebih efisien karena tidak perlu menuliskan setiap alamat satu per satu.

        Secara praktis, wildcard mask digunakan untuk mengelompokkan atau mencakup rentang alamat IP, menentukan host spesifik, membatasi akses berdasarkan pola tertentu, serta menyederhanakan konfigurasi keamanan jaringan. Wildcard mask juga memudahkan pengaturan akses yang luas maupun sangat spesifik, sesuai kebutuhan pengendalian trafik pada jaringan.

5. Perbandingan WIldCard Mask Dan Subnet Mask
    1. Tujuan Utama :
Subnet mask digunakan untuk membagi jaringan menjadi network dan host, menentukan ukuran subnet dan struktur jaringan.
Wildcard mask digunakan untuk mencocokkan atau menyaring alamat IP dalam konfigurasi jaringan, terutama pada ACL.
    2. Cara Kerja Bit :
Pada subnet mask, angka 1 berarti bagian network, angka 0 bagian host.
Pada wildcard mask, angka 0 berarti harus cocok, angka 1 berarti boleh berbeda.
    3. Hubungan Keduanya :
Wildcard mask bisa dianggap sebagai kebalikan (inverse) dari subnet mask.
Misal:
Subnet mask 255.255.255.0 ⟶ wildcard mask 0.0.0.255.
    4. Penggunaan :
Subnet mask digunakan pada IP address, routing, dan subnetting.
Wildcard mask digunakan pada ACL, OSPF, EIGRP, dan match address pada konfigurasi router.
    5. Contoh :
Subnet mask: 255.255.255.0 artinya 256 host potensial dalam satu subnet.
Wildcard mask: 0.0.0.255 artinya router akan mencocokkan alamat dari .0 hingga .255.

6. Kesimpulan
        Kesimpulannya, subnet mask dan wildcard mask memiliki fungsi yang berbeda meskipun sama-sama bekerja pada bit alamat IP. Subnet mask digunakan untuk menentukan struktur jaringan dengan membagi alamat menjadi bagian network dan host, sedangkan wildcard mask digunakan untuk mencocokkan atau menyaring alamat IP dalam konfigurasi seperti ACL. Subnet mask berfungsi mengatur pembagian jaringan, sementara wildcard mask memberikan fleksibilitas dalam menentukan alamat mana yang harus atau boleh diproses oleh router.
  
7. Daftar Pustaka  
isco Networking Academy. (2022). Routing and Switching Essentials v7. Cisco Press.

Forouzan, B. A. (2013). Data Communications and Networking (5th Edition). McGraw-Hill Education.

GeeksforGeeks. (2024). Wildcard Mask in Computer Networks.

https://www.geeksforgeeks.org/wildcard-mask-in-computer-networks

Tutorialspoint. (2023). What is Wildcard Mask in Networking?

https://www.tutorialspoint.com/what-is-wildcard-mask-in-networking

Cisco Documentation. (2024). Access Control Lists (ACL) and Wildcard Masks.

https://www.cisco.com/c/en/us/support/docs/ip/access-lists/ 

    
    

TERMINASI KONEKTOR FO

1. DESKRIPSI KABEL FIBER OPTIC       Kabel fiber optik adalah media transmisi data yang menggunakan serat kaca atau plastik untuk mengirim...